Assalamualaikum Wr. Wb...
Hy.., berjumpa lagi dengan saya Nurul Kurnia Safitri.
Disini saya akan menceritakan kisah masa lalu saya yang penuh canda tawa, riang gembira, dan sedih.
Saya adalah anak kedua dari ayah dan ibu saya. saat itu saya adalah anak yang selalu dimanja, dan selalu disayangi. Saat berliburan saya adalah orang pertama yang di cari dan di manja oleh saudara saya. saya di ajak berjalan-jalan keliling kota. Saat liburan ke perawang, terutama bersama ibu dan kakak ku. Kami pergi kesana untuk mengunjungi ayah kami yang bekerja disana sekaligus juga mengunjungi saudara yang ada buton. kami pergi kesana lewat jalur laut, berarti kami harus menaiki kapal, bus, dan sampan. Sebenarnya saya mabuk laut tapi tidak semabuk ketika di bus, mabuk saya karena tercium aroma yang tidak sedap, terlebih lagi suhu di kapal sangat dingin, yang membuat saya menjadi lebih pusing dan mabuk. setelah melewati perjalanan di laut, saya harus naik bus, disini saya lebih tersiska karena bau aroma dari minyak bus membuat saya lebih mual, Bahkan sepanjang perjalanan saya harus mencium minyak kayu putih, kepala dan perut saya terasa menjadi lebih sakit. Dan setelah 2 jam di dalam bus, saya harus menaiki sampan lagi untuk menyebrang ke perawang, ada juga yang harus menaiki kapal lagi, tapi itu bagi orang yangn akan ke Pekanbaru. perjalanan naik sampan tidak terlalu lama. dan setelah itu baru lah saya sampai ke perawang.
Selama saya di sana, saya berjalan-jalan keliling kota perawang, ada juga saya pergi ke jembat, pergi ke zoo, tapi sayang zoo yang ini sangat berbeda, disana hanya ada buaya, kera, bangau, dan landak. Bahkan saya juga ke PT. PT ini sangat indah jika dilihat ketika malam hari, dengan lampu yang beraneka warna membuat penglihatan menjadi sangat terang. saya juga pernah berkeliling PT ini dengan ayah, ibu, kakak, kakak saudara, dan juga saya. Disini, rambu-rambu lalu lintas di patuhi oleh pengendara, sehingga jarang terjadi kecelakaan. Para pedagang juga tidak menggunakan jalan, untuk menjual dagangan nya, disana keadaan para pedagang diatur, agar tidak terjadi kerusuhan. Lain diselatpanjang, yang selalu melanggar lampu lalu lintas, sehingga sangat mudah untuk terjadi kecelakaan, para pedagang juga banyak menggunakan jalan sehingga orang-orang yang mau lewat menjadi sangat kesusahan.
waktu berlalu selama beberapa hari, akhbirnya saya pergi ke buton untuk mengunjungi saudara saya. Kami pergi kesana hanya menaiki kendaraan bermotor selama beberapa jam lamanya. di perjalan saya melihat kekanan dan kekiri dengan pemandangan yang indah membuat saya sangat bahagia. setelah sampai saya bersalam dengan pakde dan bude. Disana kami menangkap ikan hasil peliharaan sendiri, dan karna kolam nya akan dibersihkan jadi menangkapnya boleh sambil berenang. saya juga ikutan, tapi kaki saya tertusuk duri ikan yang juga sedang berenang, kaki saya mengeluarkan darah dan akhirnya saya menangis. dan kemudian langsung diobati. setelah beberapa hari di sana, saya pulang lagi ke perawang, untuk mengambil barang-barang yang masih di tinggal, dan tidak lama, saya pulang ke selatpanjang lagi.
Sungguh pengalaman yang menyenangkan bisa liburan dengan keluarga dan berjumpa dengan saudara walau hanya sesekali.
Ini lah pengalaman saya yang sudah beberapa tahun yang lalu. Terima kasih karna sudah menyempatkan waktu untuk membacanya.
Assalamualikum Wr. Wb...
pengalaman yang menaraik
BalasHapusTerima kasih..
BalasHapuspengalaman yang menarik
BalasHapus